Briket Dari Serbuk Kayu

Hai teman teman apa kabar kalian semua ? kali ini kita akan membahas tentang briket dari serbuk kayu . Penasaran ? simak sampai akhir ya..

Krisis energi yang melanda dunia dan khususnya di Indonesia akhir-akhir ini serta meningkatnya kebutuhan manusia akan bahan bakar minyak, sedangkan pasokan minyak atau gas bumi sangat terbatas dan tidak terbarukan. Oleh karena itu, peran inovasi teknologi untuk mengatasi krisis energi sangat diperlukan yaitu pembuatan bahan bakar alternatif yang murah, mudah dibuat dan memiliki nilai kalori yang relatif tinggi.

Bahan bakar alternatif diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat khususnya industri kecil. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan hasil hutan serta memaksimalkan pemanfaatan kayu dan limbah biomassa. Untuk industri besar dan terintegrasi, limbah serbuk gergaji telah digunakan sebagai bentuk arang aktif yang tersedia secara komersial. Namun untuk penggergajian kayu skala industri kecil yang mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan, limbah tersebut belum dimanfaatkan.


secara optimal. Sebagai solusi atas masalah peningkatan kebutuhan bahan bakar, dan pemanfaatan limbah biomassa melalui teknologi aplikatif.

Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / Briket
Produk Serbuk Kayu yang mudah dibuat sehingga mudah
untuk disebarluaskan kepada masyarakat pengguna.

Serbuk kayu sebenarnya memiliki sifat yang sama dengan kayu, hanya saja bentuknya berbeda. Kayu adalah bahan yang diperoleh dari penebangan pohon di hutan yang merupakan bagian dari pohon dan dipanen, setelah memperhitungkan bagian mana yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Tanaman kayu dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok Gymnospora, yaitu yang disebut kelompok Kayu Lunak dan kelompok Angiospora
yang disebut Kayu Keras (Windyasari, 2004). Di Indonesia, terdapat tiga jenis industri kayu yang secara dominan mengkonsumsi kayu dalam jumlah yang relatif besar, yaitu: penggergajian kayu, veneer atau plywood, dan pulp atau kertas. Selama ini limbah biomassa dari industri ini
digunakan kembali dalam pengolahannya sebagai bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energinya. Padahal, saat ini masih terdapat limbah penggergajian kayu yang menumpuk dan dibuang sebagian ke sungai (pencemaran air), atau dibakar langsung (berkontribusi pada peningkatan emisi karbon di atmosfer).

Total produksi kayu gergajian Indonesia mencapai 2,6 juta m3 per tahun, 5 dengan asumsi jumlah limbah yang dihasilkan 54,24 persen dari total produksi. Dengan demikian, limbah penggergajian kayu sebanyak 1,4 juta m3 diproduksi per tahun dan angka ini cukup besar karena mencapai sekitar setengah dari produksi kayu gergajian (Gustan Pari, 2002). Limbah serbuk gergaji kayu menimbulkan permasalahan dalam penanganannya yaitu dibiarkan membusuk, menumpuk dan terbakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, tindakan penanggulangan perlu diperhatikan. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan memanfaatkannya menjadi produk bernilai tambah dengan teknologi aplikatif dan populer, sehingga hasilnya dapat dengan mudah disebarluaskan kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan beberapa prospek positif, misalnya teknologi aplikatif dapat diterapkan secara memuaskan dalam mengkonversi limbah industri pengolahan kayu menjadi briket, arang bubuk, briket arang, arang aktif, dan arang.

kompos. Teknologi alternatif pemanfaatan limbah biomassa antara lain teknologi pembuatan arang aktif, briket, briket arang, serat karbon, dan arang kompos. Dari aspek energi ini juga, teknologi pembuatan bahan bakar briket dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti minyak tanah dan kayu bakar 6 yang persediaannya menipis (Gustan Pari, 2002). Komponen kimiawi pada kayu memiliki arti penting, karena dapat menentukan kegunaan dari jenis kayu tersebut. Komposisi dari kayu adalah 50% karbon, 6% hidrogen, 0,04-0,10% nitrogen, 0,20 – 0,50% abu, dan sisanya adalah oksigen (Bambang Trihadi, 2003). Komponen kimiawi kayu sangat bervariasi, karena dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan, iklim dan lokasinya di batang atau cabang, dan serbuk gergaji kayu memiliki nilai kalori 4.046 kal / gram.

Nah mungkin itu kurang lebih yang dapat saya jelaskan , semoga membantu dan sampai bertemu di artikel artikel berikutnya .

Bahan Sederhana yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Saat ini ada banyak cara yang di lakukan seseorang untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Mulai dari melakukan rangkaian olahraga, senam, senam, mencoba konsultasi kepada...
Bara Bere
1 min read

Tips Desain Rumah Klasik

Bara Bere
1 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *